CIBINONG - Bupati Ade Yasin menyebut, organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh agama di Kabupaten Bogpr merupakan bagian yang harus menerima vaksin.

"Ormas dan tokoh agama harus divaksin, baik itu vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah atau vaksinasi yang dilakukan oleh kalangan lain yang tentunya tetap berkoordinasi dengan kita," kata Ade Yasin, Rabu (11/8/2021).

Disamping itu, dia menilai jika ormas dan tokoh agama yang masuk dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan corong yang harus membantu pemerintah dalam upaya percepatan vaksinasi.

Menurutnya, mereka memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya Vaksinasi Covid-19 dan menjelaskan bahwa vaksin aman dan halal.

"Vaksin yang aman dan halal sebagai bagian dari menjaga diri dan negeri," terang Ade Yasin.

Bukan tanpa alasan, keterlibatan ormas dan FKUB tersebut adalah untuk mencapai target vaksinas di Kabupaten Bogor.

Kata dia, Kabupaten Bogor ditargetkan melakukan vaksinasi terhadap 70 persen jumlah penduduknya, yakni 4,2 juta jiwa atau setara dengan kewajiban menyuntikkan 8,5 juta dosis vaksin.

Ade Yasin berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu percepatan vaksinasi di wilayahnya. Pasalnya, hingga kini Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor baru menyuntikkan sekitar 800 ribu dosis vaksin, atau sekitar 9,5 persen dari target.

"Pemerintah daerah tidak mungkin menyelenggarakan sendiri tanpa bantuan dari semua instansi, termasuk kementerian, TNI dan Polri," kata Ade Yasin.

Kini, ia menargetkan 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor melakukan vaksinasi sebanyak 8.575 sasaran dosis setiap pekannya demi percepatan menuju kekebalan kelompok.

"Mulai Agustus kita menambahkan target capaian di setiap kecamatan per minggunya sebanyak 8.575 dosis vaksin," ujarnya.

Sementara, pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada tokoh agama termasuk santri sudah mulai dilaksanakan dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Bogor dengan menggandeng Polres Bogor.

Pelaksanaan sendiri telah dilakukan sejak Sabtu, pekan lalu yang dimulai di Mako Polres Bogor.

"Kita ingin melindungi kyai, santri, asatidz dan masyarakat, karena kami (GP Ansor) sebagai santri NU (Nahdlatul Ulama) maka kewajiban kami menjaga kiai, salah satunya dengan vaksin agar para santri, kiai sehat dan kuat," kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiry A Ghazaly.

Dirinya berharap vaksinasi terhadap kiai dan santri dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menciptakan kekebalan komunal di Kabupaten Bogor, khususnya pada lembaga keagamaan dan lingkungan pondok pesantren.

Sementara, Kapolres Bogor AKBP Harun memuji langkah GP Ansor yang telah menggelar vaksinasi khusus para santri dan kiai. Dia pun mengajak para peserta tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin.

"Terima kasih kepada pengurus GP Ansor atas kerja sama program vaksinasi ini. Walaupun sudah divaksin, mari tetap terapkan protokol kesehatan agar selalu sehat," kara Harun.=MAM