BOGOR - Animal Science Show Competition 2021 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Produksi dan Ilmu Peternakan resmi diakhiri dengan rangkaian webinar terakhirnya pada tanggal 24 Oktober 2021. Mengulas beberapa rangkaian sebelumnya, ASSC telah menghadirkan berbagai webinar edukasi terkait dunia peternakan, mulai dari webinar kelinci, unggas, hingga yang terakhir adalah tentang domba garut.

ASSC 2021 tidak hanya menjadi wadah edukasi bagi para peserta namun juga menjadi sarana pertemuan antara akademisi, pakar peternakan, dengan mahasiswa dan petani maupun peternak lokal dengan tujuan pemerataan informasi. Webinar terakhir yang diselenggarakan oleh ASSC 2021 memiliki tema "Strategi Pembibitan Ternak Domba Garut sebagai Plasma Nutfah Lokal di Indonesia". Domba garut dinilai sebagai salah satu komoditas utama Jawa Barat yang memiliki keistimewaan dan perlu dibanggakan serta dikembangkan oleh masyarakatnya.

"Domba Garut merupakan plasma nutfah lokal Indonesia yang memiliki potensi tinggi serta perlu dilestarikan bersama demi mendukung tercapainya visi Indonesia emas 2024," ujar
Ketua pelaksana ASSC 2021 Thufail Naufal dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Minggu (31/10).

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Irma Isnafia Arief menilai, kegiatan tersebut adalah bagian dari hal positif yang harus dilakukan mahasiswa.

"Mahasiswa harus senantiasa melakukan kampanye positif untuk mengedukasi masyarakat bahwa protein hewani akan terus dibutuhkan oleh seluruh masyarakat demi generasi yang cerdas dan sehat," katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi materi oleh pembicara pertama, yang dipandu oleh Kautsar Muhakku R, Mahasiwa Fakultas Peternakan IPB, selaku moderator.

"Kontes ternak bertujuan untuk mendapatkan bibit ternak yang berkualitas dalam rangka peremajaan dan memotivasi serta merangsang peternak untuk memproduksi bibit ternak yang berkualitas," ujar Gun Gun Gunara, sebagai pembicara pertama.

Pria yang merupakan perwakilan dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH itu menyampaikan edukasi tentang Pengembangan Kelestarian Domba Garut dengan Strategi Pembibitan Kontes Ternak.

Agenda dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab bersama Yude Maulana Yusuf, sebagai perwakilan lain dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH.

Webinar ini dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Ir. An An Nurmeidiansyah, S.Pt IPM. Dia menyampaikan terkait eksotisme domba garut "Sang Primadona yang Tak Pernah Lekang Oleh Zaman".

"Mengingat potensi komoditas domba garut yang tinggi, diperlukan strategi pembibitan dan pengembangan budidaya domba garut dengan melakukan sosialisasi aplikasi teknologi seperti sosialisasi IB pejantan juara. Perlu juga dilakukan apresiasi bagi peternak berupa diselenggarakannya seni ketangkasan domba garut serta kontes ternak," katanya.

Penutupan ASCC 2021 ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Peternakan IPB University. Peserta kemudian diajak untuk menyaksikan pemutaran video penutup dari ASSC 2021 serta mendengarkan penutupan resmi yang diberikan oleh Thufail Naufal selaku ketua pelaksana ASSC 2021.

Kemeriahan ASSC 2021 ditutup dengan pengumuman pemenang dari perlombaan fotografi bertemakan dunia peternakan yang merupakan salah satu rangkaian dari acara ASSC ini. Animal Science Show Competition diharapkan dapat hadir pada tahun-tahun berikutnya dengan inovasi dan rangkaian yang tentunya semakin menarik. Peserta yang ingin mengetahui informasi lanjutan terkait acara ASSC dapat mengikuti media sosial resmi ASSC yaitu pada instagram @asscipb.

"Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa menambah semangat untuk beternak. Domba garut harus dihargai dan harus ada harganya. Salam ternak dari ujung kandang, hatur nuhun semuanya," ujar pemateri dari National Webinar ASSC 2021. =MAM/*