CIANJUR--Selama pandemi Covid-19 ini, berdampak terhadap prestasi siswa-siswi sekolah baik secara akademik maupun non akademik dimasing-masing tempat. Pasalnya ditengah-tengah berlangsungnya dipemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak ada even-even yang diikuti oleh siswa siswi terutama dilingkungan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur.
"Memang dampak dari pandemi Covid-9 ini, tidak ada prestasi bagi para siswa-siswi peserta didik dilingkungan MAN I Cianjur. Karena tidak ada sama sekali even-even yang diselenggaran oleh peserta didik. Selama berlangsungnya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak ada even-even yang diikuti oleh siswa siswi MAN 1 Cianjur. Akibatnya tidak ada nilai prestasi yang diraih oleh para peserta didik," kata salah seorang guru kesiswaan MAN 1 Cianjur, Rahman Zaenudin kepada wartawan Selasa (30/11/2021).
Dampak dari pandemi Covid-19 ini,"lanjut Rahman, tidak ada even yang diselenggarakan secara langsung oleh siswa-siswi MAN 1 Cianjur. Adapun even yang dilaksanakan hanya secara daring dan itu pun jumlahnya dibatas. Sehingga sangat sulit, untuk dikuti oleh peserta didiik laninnya baik prestasi akademik maupun non akademik dalam bidang ekstra kulikuler (ekskul).
"Berbeda dari sebelum terjadi pandemi Covid-19, banyak kegiatan even dan lomba yang mengikut sertakan siswa-siswi di MAN 1 Cianjur. Sehingga banyak torehan prestasi, baik dalam bidang akademik, di even resmi kementerian agama maupun di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik), kami selalu mengikuti," ungkapnya.
Menurutnya, bidang ekstra kulikuler tersebut, banyak seperti kegiatan Paskibraka, Pramuka, Kesenian dan lainya. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, berbagai penyelengara kegiatan dibatasi. Meskipun MAN 1 Cianjur sudah mendapatkan izin PTM, namun tetap saja sistim pembelajaran dilakukan secara terbatas.
"Kamipun berharap agar pandemi Covid-19 ini, bisa segera berlalu, Allah segera mengangkat virus ini, karena yang menghidupkan dan mematikan. Mudah mudahan saja, ditahun 2022 mendatang nanti siswa-siswi bisa belajar mengajar secara normal. Selama ini, belajar PTM ini hanya diikuti 50% dan siswa-siswi boleh memilih belajarnya PTM ataupun sistim daring," pungkasnya. SYA
No comments:
Post a Comment