CIBUNGBULANG - Tingginya resiko bakal tertular Virus Covid19 dari serakan Sampah APD yang menggunung di lokasi pembuangan Akhir Sampah, para pemulung TPA Galuga, di Desa Galuga, Kecamatan CIbungbulang, semuanya mengaku sudah di vaksinasi.
Siang itu di kelilingi bau busuk tumpukan sampah TPA Galuga, Hasanudin alias Udin warga Kampung Moyan RT 11/ RW O6, Desa Galuga mengatakan, ia bersama ratusan pemulung lainnya yang berasal dari kampung sekitar TPA semuanya sudah menjalani vaksin.
"Alhamdulilah saya bersama tujuh anak saya dan empat orang cucu yang sudah berusia di atas tiga belas tahun, semuanya sudah di vaksin."kata Hasanudin pemulung TPA Galuga kepada PAKAR.
Lanjut Udin, awalnya sih ia tidak punya keberanian untuk Vaksin, lantaran selain takut sama jarum suntik juga terpengaruh kabar hoax tentang adanya orang orang yang baru selesai di vaksin ada yang jatuh sakit bahkan sampai meninggal Dunia.
"Tapi setelah saya ikuti perkembangan warga Desa Galuga dan desa desa lainnya yang sudah vaksin, gak ada tuh kabar yang saya dengar seperti kabar bohong sebelumnya. Jadi saya anggap kabar hoax itu benar benar menyusahkan rakyat. Akhirnya saya bersama anak anak berserta empat cucu berani di vaksin dengan serum Sinovac",ungkapnya.
Kata Udin, Kenapa ia bersama keluarganya beremangat jalani vaksin, lantaran kehidupan pemulung itu rentan tertular, sebab setiap hari harus berhadapan dengan beragam jenis sampah yang mungkin saja ada virus Covid19 nya.
"Apalagi saat sedang mengais sampah yang tanpa sengaja saya sering menyentuh sampah APD seperti sampah masker dan lainnya, sudah pasti resiko bakal tertular Covid 19, sangat tinggi," ungkapnya.
Masih kata Udin, saat ada vaksin di Desanya, kebetulan ia sedang pergi mengantar plastik hasil mulungnya ke Tokeh pengepul di Sukahati Cibinong.
"Dan begitu saya pulang lewat kantor Polsek Dramaga, ternyata ada pelaksanaan vaksin, ya akhirnya saya ikut Vaksinasi di Gerai Vaksin Covid 19 yang saat itu sedang berlangsung di Polsek Dramaga."terangnya.
Sayangnya untuk saat ini lanjutnya, Udin baru satu kali ikuti Vaksin, dan harus menunggu 20 hari kedepan untuk vaksin ke 2. "Kalau nanti sudah dua puluh hari di kantor Desa Galuga ada pelaksanaan vaksin lanjutan, saya akan ikut untuk di vaksin yang kedua."tukasnya.
Endang Sujana Kepala Galuga membenarkan, sebanyak kurang lebih 1.200 warga pemulung TPA Galuga semua sudah di Vaksin Covid 19. "Diantaranya ada yang baru satu kali vaksin bahkan ada yang sudah dua kali vaksin", kata Kades.
Tentang pentingnya vaksin tambah Kades, semua pemulung TPA Galuga sudah menyadari, mengingat ancaman virus mematikan itu mungkin saja menempel di tumpukan sampah APD yang tercecer di TPA.
"Pelaksanaan Vaksin di Kantor Desa Galuga berlangsung seminggu tiga kali. Selain itu dilaksanakannya juga vaksin door to door jemput bola kerumah rumah warga di setiap pelosok kampung, termasuk menggelar Vaksin di TPA Sampah Galuga tempat para pemulungnya berkumpul," tukasnya. JEF
No comments:
Post a Comment