CIBUNGBULANG - Mewakili warga Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ikut geram dengan Mafia Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang ikut serta menggandakan Kartu Tanda Penduduk Elektonik (KTP-el).

Pasalnya, ia menilai asal muasal penggandaan KTP-el bersumber dari kebocoran data dari Dinas Koprasi dan UMKM Kebupaten Bogor, sehingga memudahkan mafia BPUM menggandakan KTP-el.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Muhammad Romli mengatakan, dalam kasus penggandaan KTP-el seharusnya pihak kepolisian gerak cepet.

"Seharunya pihak kepolisian langsung bertindak dan bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk mengcros cheak sumber awalnya," ungkapnya kapada pakar. Selasa (01/02).

Ia mengetakan, dengan adanya kebocoran data base milik Diskop yang artinya mafia BPUM bekerja sama dengan pihak dinas terkait untuk menjalankan aksinya.

"Ya kalo ada kebocoran data dari diskop yang artinya ada oknum dari Diskop (intelejen-red) yang bermain, bagaimana bisa oknum mafia BPUM mendapatkan data tersebut. Ini harus seger di tindak," jelasnya.

Sepengetahuan dirinya, kasus mafia BPUM tersebut sedang ditangain oleh pihak penegak hukum.

"Setau saya ini sedang di proses terkait permasalah ini dan harus terus di dorong oleh rekan-rekan," pungkasnya. FIR