CISARUA - Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Bogor memantau langsung ketersediaan barang dan harga sembako di Pasar Cisarua, Kamis (31/3/2022).

Kepala Bidang Tata Niaga Disdagin Kabupaten Bogor, Muhammad Iban mengatakan, persedian sembilan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1443 hijriah di Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor terbilang cukup aman hingga beberapa minggu ke depan.

Hanya saja, stok minyak goreng curah yang masih sedikit. "Sembako diluar minyak goreng relatif aman dan stabil, namun minyak curah stoknya terbatas," ujar Iban kepada wartawan saat memantau harga sembako di Pasar Cisarua, Kamis (31/3/2022).

Minimnya stok minyak curah ini padahal sudah diupayakan dengan cara mengajukan
kebutuhan minyak curah ke Dinas Perdagangan dan Industri Provinsi Jawa Barat untuk 26 Pasar Rakyat di Bumi Tegar Beriman.

"Kita sebenarnya sudah mengajukan agar dipenuhi minyak curah untuk di pasar yang ada di Kabupaten Bogor menjelang puasa," ucapnya.

Akan tetapi hingga hari ini baru satu direalisasikan pada tanggal 15 maret 2022 lalu minyak curah untuk pedagang sebanyak 8.250 liter.

Sementara, Kepala Unit Pasar Cisarua, Mira Fatriana mengatakan, harga sembako masih relatif stabil, terutama daging sapi yang sampai saat ini dikisaran harga Rp l135 Ribu per kilogram, sedangkan ayam potong 40 Ribu per kilogram, serta telolur 25-26 ribu perkilogram.

"Sembako stabil, dan aman," ujar Mira kepada wartawan. Lanjut dia, harga sembako di pasar Cisarua masih relatif dan hanya ada kenaikan harga berkisar seribu hingga duaribu. Ia menyampaikan harga minyak curah minyak goreng, di pedagang saat ini langka hanya saja persediaannya terbatas.

"Iyah untuk harga minyak curah Rp21 ribu sekarang dibatasi, sedangkan minyak kemasan 47-48 eibu dua liter," ungkapnya.

Biasanya kenaikan harga itu terjadi di hari sebelum puasa. Selain itu menjelang Ramadan persediaan harga sembako masih tetap aman.

"Kalau sejauh ini stok di lapangan aman ya, tapi kita juga tidak bisa memprediksi, yang pasti untuk saat ini sampai minggu depan stok masih aman," terangnya.

Biasanya, sambung dia, kenaikan harga sebelum puasa itu selalu ada.

"Kalau dari Perumda sendiri kita memang belum bisa masuk ke intervensi ikut menstabilkan harga. Karena ini memang dari pusatnya sendiri yang harus menstabilkan harga, ya dari pemerintahan," bebernya.

Terpisah, salah satu pembeli, Imas Setiawati yang hendak belanja persediaan puasa mengatakan, minyak masih susah didapat.

"Waktu lalu cari minyak curah banyak sekarang dibatasi, sedangkan minyak kemasan banyak tapi mahal," tandasnya. =YUS