CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, meluncurkan program Kampung Keluarga Berkualitas untuk mencapai target pembangunan yang merata di semua wilayah.
Ada tiga target yang ingin dicapai Pemkab Bogor dalam program tersebut. Yakni menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) dan mewujudkan Kabupaten Bogor bebas stunting atau gagal tumbuh anak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, tiga target tersebut merupakan persoalan yang harus diselesaikan pemerintah. Terutama stunting yang masih terus terjadi.
"Program Kampung Keluarga ini diharapkan mampu mewujudkan target-target tersebut yang tentunya semua pihak terlibat dalam pembangunan," kata Burhan, Minggu (29/5/2022).
Menurutnya, tahun ini, Pemkab Bogor menargetkan jumlah stunting turun hingga 10 persen dari 850 ribu balita yang menderita stunting.
Burhan membeberkan, upaya Pemkab Bogor untuk menekan stunting terus terlihat. Dari tahun 2019 sebanyak 32,9 persen, turun menjadi hanya 12,69 persen dari 850 ribu balita pada 2021.
"Kunci utama kan pengetahuan masyarakat dan keluarga akan bahaya stunting. Jadi keluarga itu pihak utama yang harus mampu mengindari secara dini persoalan stunting," bebernya.
Selama ini, Pemkab Bogor mengandalkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) agar mengerahkan kadernya dalam mengedukasi keluarga tentang bahaya stunting.
"TP-PKK juga memetakan masalah stunting di daerah masing-masing hingga memperoleh data akurat serta menemukan solusi yang tepat demi mencapau zero stunting di Kabupaten Bogor," jelas Burhan. =MAM
No comments:
Post a Comment