CIANJUR--Tingkat kesadaran masyarakat didalam melakukan pengujian kendaraannya cenderung mengalami penurunan. Diduga situasi dan kondisi (Sikon) ini, dipicu dari sejak pasca pandemi Covid-19 diwilayah Kabupaten Cianjur. Sehingga kondisinya hingga saat ini, mengalami penurunan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, melalui Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Cianjur, Yogi Wildan Nugraha, membenarkan jika tren pengujian kendaraan dari sejak pasca-pandemi Covid-19 cukup relatif turun. Kondisi itu diduga terjadi akibat belum pulihnya perekonomian diwilayah Kabupaten Cianjur. Sehingga mereka para pemilik kendaraan lebih memilih untuk memulihkan usaha terlebih dahulu.
"Memang sikon ini, bisa jadi dampak dari pandemi Covid-19. Selain itu, pengawasan yang belum intensif dilapangan terhadap kendaraan wajib uji tersebut," kata Yogi, kepada wartawan Rabu (17/8/2022).
Menurutnya, selama periode dari bulan Januari hingga Juli 2022, terdata sebanyak 11.051 unit kendaraan yang sudah melakukan pengujian. Jenis kendaraannya berupa angkutan barang dan penumpang. "Memang target retribusi dari pengujian kendaraan bermotor pada tahun 2022 ini, sebesar lebih kurang Rp1,7 miliar,"ujarnya.
Yogipun mengaku sangat optimistis target bisa tercapai hingga akhir tahun nanti. Terlebih, untuk menjangkau kendaraan yang belum diuji, Dishub Kabupaten Cianjur melakukan layanan secara mobile ke lapangan. "Selain di kantor Dishub, kami juga melakukan pelayanan uji keliling. Di utara layanannya berada di Cipanas dan di selatan di Sukanagara," bebernya.
Dishub sendiri, kata Yogi telah mengagendakan membuka layanan uji kendaraan setiap kali digelar program Desa Manjur. Namun layanannya bersifat tentatif karena harus melihat kondisi di lapangan. "Kalau di Desa Manjur kita harus melihat space-nya dulu. Ini karena pengujian kendaraan itu bukan hanya memeriksa secara administrasi seperti STNK dan lainnya. Tapi harus ada pengujian secara fisik," terangnya.
Artinya, lanjut Yogi, kendaraan yang akan diuji harus ada dibawa ke lokasi. Namun, ujarnya, tak setiap pelaksanaan Desa Manjur terdapat lahan kosong yang luas untuk menampung kendaraan. "Jadi, situasional saja pelayanan pengujian kendaraan kalau ada Desa Manjur," pungkasnya. NDI/SYA.
No comments:
Post a Comment