Daily Mail PH

Sunday, October 30, 2022

[New post] Komunitas “Kilau Budaya Indonesia” Muncul dari Keprihatinan Atas Minimnya Tontonan Budaya

Site logo image redaksi posted: " DEPOK (KM) - Sejumlah pegiat seni dan budaya dengan berbagai latar belakang profesi berkumpul bersama dan mendeklarasikan suatu wadah bernama komunitas "Kilau Budaya Indonesia" (KBI) tepat di hari Sumpah Pemuda, berlokasi di Taman Kaldera Setu Jatijajar," KUPAS MERDEKA

Komunitas "Kilau Budaya Indonesia" Muncul dari Keprihatinan Atas Minimnya Tontonan Budaya

redaksi

Oct 30

DEPOK (KM) - Sejumlah pegiat seni dan budaya dengan berbagai latar belakang profesi berkumpul bersama dan mendeklarasikan suatu wadah bernama komunitas "Kilau Budaya Indonesia" (KBI) tepat di hari Sumpah Pemuda, berlokasi di Taman Kaldera Setu Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Dalam sesi wawancara dengan Kupasmerdeka.com usai pembacaan deklarasi, Daniela Diana Cahyani selaku ketua KBI mengatakan bahwa yang melatarbelakangi pendeklarasian KBI semata karena "panggilan jiwa yang digerakkan oleh Tuhan semesta alam" untuk bersama-sama berkumpul bagi semua kalangan yang memiliki kecintaan dan potensi dalam berseni budaya.

Ketua Komunitas Kilau Budaya Indonesia (KBI), Daniela Diana Cahyani (dok. KM)

"Awalnya bernama Cinta Budaya Nusantara, lalu berubah menjadi Cinta Budaya Indonesia, dan seiring berjalannya waktu, saya tergerak dengan istilah kemilau, dan setelah disepakati teman-teman, barulah kita tetapkan namanya menjadi Kilau Budaya Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, wanita yang berprofesi sebagai arsitek ini juga mengungkapkan visi misi KBI adalah untuk memajukan, mendampingi dan mensupport kegiatan kebudayaan yang ada di depan mata.

Menurutnya, komunitas-komuitas kebudayaan sudah sangat banyak, namun tidak ada tempat yang bisa memayungi kegiatan mereka. Dalam gerakan ini, Kilau Budaya Indonesia (KBI) merasa peduli pada kegiatan budaya yang ada untuk dapat menangui para budayawan ini untuk lebih maju dan mensupport mereka agar dapat masyarakat luas mengetahui keberadaan mereka, termasuk kegiatan mereka yang melestarian budaya.

"Kami ini dengan semangat mencintai dan nasionalisme merasa perlu untuk mendorong para budayawan ini untuk lebih maju, misalnya dengan kita membuat film-film tentang mereka, kita buat narasi dan posting ke media-media, terus saja begitu, dan nanti program yang dibuat akan kita labeling misalnya kebudayaan Sunda, Jawa, Sumatra, dan sebagainya, inilah arah dari program yang akan kita buat," jelasnya.

"Inilah indahnya kalau kita bicara soal budaya, jadi semacam ada panggilan jiwa dan kita sebagai anak-anak bangsa pasti tergerak, Saya pun heran ternyata yang hadir ini diluar dugaan dari list absen yang memang sebagian besar sudah saya kenal," tambahnya.

"Meski datang terlambat, justru ini banyak juga yang saya lihat hadir dari berbagai kalangan dan daerah, ada yang dari Sumatera Utara, Maluku, jadi ini luar biasa sekali sambutannya," imbuhnya.

"Anggota kami sudah banyak sekali yang eksis, karena di media sosial baik FB, IG, WAG, bisa dikatakan setiap hari kita bertukar pikiran tentang segala aktivitas dan kreativitas yang mereka jalankan. Nah dari situ kita mewawancarai mereka satu per satu tentang apa yang bisa mereka lakukan dan kemudian kita kemas lalu kita share ke media," ucapnya.

Dia menambahkan, mereka para pegiat seni budaya dengan sukarela dan penuh passion seakan menari bersama alam untuk berbudaya, jadi mereka tidak mencari uang dan ketenangan, karena jiwa mereka memang sudah begitu. Nah alangkah indahnya apabila KBI ini bisa memunculkan mereka," ungkapnya.

Dok.KM

Terkait spot Taman Kaldera sebagai tempat deklarasi, ia menerangkan bahwa pemilik fasilitas tempat tersebut merupakan penasehat dan juga sesepuh di KBI.

"Jadi saya pikir memang ini seperti gerakan semesta yang tanpa direncanakan, saya pun yakin sekali dengan doa-doa leluhur yang mendampingi nusantara ini sehingga bisa bangkit kembali. Nah kayanya ruh-ruh ini yang tuhan pilih untuk membangun indonesia, bebernya.

Diana mengaku cukup optimis yang dengan berjalannya waktu, masyarakat yang selama ini hanya dijejali dengan tayangan-tayangan yang kurang berbudaya, pada akhirnya akan terpanggil kembali.

"Karena biar bagaimanapun, budaya itu merupakan bagian dari diri, bagian dari roh kita, di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung, nah itu adalah diri kita sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Dwi Woro selaku tuan rumah acara yang juga pendiri Rumah Cinta Wayang, menyatakan sangat mendukung dan terharu dengan semakin banyaknya gerakan-gerakan melestarikan budaya.

"Di sini Kilau Budaya Indonesia melakukan deklarasi yang menjadikan dasar gerakan melestarikan budaya. Taman kaldera sendiri telah melakukan banyak kegiatan budaya yang mengundang Kilau Budaya Indonesia untuk juga turut bergabung dengan Komunitas Taman Kaldera untuk dapat bersinergi bersama dalam melestarikan budaya yang ada," pungkasnya.

Reporter: Bagas
Editor: Sudrajat

Comment

Unsubscribe to no longer receive posts from KUPAS MERDEKA.
Change your email settings at manage subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
https://www.kupasmerdeka.com/2022/10/komunitas-kilau-budaya-indonesia-muncul-dari-keprihatinan-atas-minimnya-tontonan-budaya/

Powered by Jetpack
Download on the App Store Get it on Google Play
at October 30, 2022
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

CG BOSS Posts from Gargoyles Reboot thanks to creator kept it alive | CG BOSS Games for 04/26/2026

CG BOSS Blog Post Updates ...

  • [New post] 5 Key Technologies Streamlining the Crypto User Experience
    ...
  • CG BOSS Posts from Gargoyles Reboot thanks to creator kept it alive | CG BOSS Games for 04/26/2026
    CG BOSS Blog Post Updates ...
  • Why is Ninoy Aquino Day important to you? Join Rappler’s chat on August 21!
    Hi daily! Who is Ninoy Aquino to you? What lessons from his life still spea...

Search This Blog

  • Home

About Me

Daily Newsletters PH
View my complete profile

Report Abuse

Labels

  • Last Minute Online News

Blog Archive

  • April 2026 (1)
  • February 2026 (1)
  • January 2026 (7)
  • December 2025 (8)
  • November 2025 (4)
  • October 2025 (2)
  • September 2025 (1)
  • August 2025 (2)
  • July 2025 (5)
  • June 2025 (3)
  • May 2025 (2)
  • April 2025 (2)
  • February 2025 (2)
  • December 2024 (1)
  • October 2024 (2)
  • September 2024 (1459)
  • August 2024 (1360)
  • July 2024 (1614)
  • June 2024 (1394)
  • May 2024 (1376)
  • April 2024 (1440)
  • March 2024 (1688)
  • February 2024 (2833)
  • January 2024 (3130)
  • December 2023 (3057)
  • November 2023 (2826)
  • October 2023 (2228)
  • September 2023 (2118)
  • August 2023 (2611)
  • July 2023 (2736)
  • June 2023 (2844)
  • May 2023 (2749)
  • April 2023 (2407)
  • March 2023 (2810)
  • February 2023 (2508)
  • January 2023 (3052)
  • December 2022 (2844)
  • November 2022 (2673)
  • October 2022 (2196)
  • September 2022 (1973)
  • August 2022 (2306)
  • July 2022 (2294)
  • June 2022 (2363)
  • May 2022 (2299)
  • April 2022 (2233)
  • March 2022 (1993)
  • February 2022 (1358)
  • January 2022 (1323)
  • December 2021 (2064)
  • November 2021 (3141)
  • October 2021 (3240)
  • September 2021 (3135)
  • August 2021 (1782)
  • May 2021 (136)
  • April 2021 (294)
Simple theme. Powered by Blogger.