Daily Mail PH

Sunday, January 1, 2023

[New post] Kupas Kolom: Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam Bagian I

Site logo image redaksi posted: " Kolom oleh Imam Shamsi Ali*) Hidup di dunia yang kita alami semakin kompleks. Berbagai problematika kehidupan lebih diperkuat dan diperlebar oleh kemajuan dunia dalam segala aspeknya. Kemajuan material (transaksi finansial semakin dahsyat), kemajuan i" KUPAS MERDEKA

Kupas Kolom: Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam Bagian I

redaksi

Jan 2

Kolom oleh Imam Shamsi Ali*)

Hidup di dunia yang kita alami semakin kompleks. Berbagai problematika kehidupan lebih diperkuat dan diperlebar oleh kemajuan dunia dalam segala aspeknya. Kemajuan material (transaksi finansial semakin dahsyat), kemajuan ilmu dan teknologi yang meroket, berdampak kepada sofistikasi komunikasi dan informasi, semakin menjadikan dunia kita lebih kompleks.

Dunia kita menghadapi ragam masalah. Dari isu ekonomi, politik global, keamanan (perang), sosial (moralitas yang tercabik), hingga ke lingkungan hidup (climate change) dan kerusakan alam (natural disasters) terjadi di mana-mana. Dan semua itu gelombangnya (magnitude) semakin diperkuat oleh capaian manusia dalam kehidupan dunianya.

Empat permasalahan besar manusia modern

Selain ragam permasalahan yang disebutkan di atas sesungguhnya ada empat isu utama dan mendasar yang dihadapi oleh dunia modern kita saat ini.

Satu, uncertainty in life (ketidak menentuan hidup manusia).

Dua, human dichotomy (pembagian manusia ke dalam ragam kelas yang diskriminatif).

Tiga, materialist mindset (pandangan hidup material yang tiada ujung).

Empat, chaotic public life system (sistem kehidupan publik yang kacau balau).

Keempat isu ini yang menjadi permasalahan-permasalahan kompleks dalam kehidupan modern manusia, yang berdampak pada segala lini kehidupannya.

Islam sebagai diin (way of life) tentu hadir dalam menghadapi (to face) permasalahan-permasalahan itu. Islam oleh Umat ini diyakini sebagai "hallun" atau solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh manusia.

Kali ini yang akan saya garis bawah elaborasi singkat adalah permasalahan ketiga. Yaitu permasalahan mindset manusia yang terkungkung oleh aspek material kehidupan. Wawasan kehidupan seperti ini yang disebut dengan "materialisme" atau paham "maadiyah". Sebuah pandangan hidup yang bertumpu secara maksimal kepada kehidupan material.

Paham hidup (isme) ini yang kemudian menjadi jalan hidup atau way of life bagi sebagian besar manusia modern. Yang sesungguhnya dalam Islam inilah makna dar "diin" itu. Karenanya materialisme sesungguhnya adalah "diin" bagi mereka yang mengikutinya.

Hal ini mengingatkan kita dengan ayat: "Dialah Allah yang mengutus RasulNya dengan petunjuk dan agama kebenaran (diin al-haqq) untuk memperlihatkannya (mengunggulkan) di atas adyaan semuanya (agama-agama lain). Walaupun orang-orang Kafir itu tidak senang" (As-Shoff).

Gaya hidup materialis menjadi wajah terdepan dunia modern kita saat ini. Kecenderungan materialis ini melahirkan berbagai konsep kehidupan dalam segala lininya yang juga mendukung soliditas paham dan gaya hidup ini (materialism). Di bidang perekonomian misalnya melahirkan konsep kapitalisme yang berorientasi kepada memperkaya diri tanpa batas dan etika.

Bahkan di bidang perpolitikan sekalipun, demokrasi sejatinya terlahir dari konsep kebebasan umum (publik) dalam mengekspresikan diri. Hanya saja kita tahu bahwa kemampuan ekspresi itu hanya akan terjadi ketika posisi berada pada posisi yang kuat. Karenanya realita demokrasi pada galibnya terkontrol oleh kekuatan oligarki.

Pada setiap negara ada oligarkinya. Di Amerika ada dan di Indonesia juga ada. Hanya beda wajah dan kelompok. Tujuan sama. Yaitu mengungkung kepentingan negara di bawah ketiak mereka. Kerap dengan memakai sistem yang ada, termasuk demokrasi.

Paham dan sistem hidup material ini membawa dunia modern kepada situasi yang tidak menentu (uncertain). Bahkan tidak jarang ketidak menentuan itu dibentuk (designed) agar manusia yang sejatinya menjadi subyek (pelaku) kehidupan terbalik menjadi obyek (korban) demi keberlangsungan paham dan gaya hidup materialis itu.

Akibatnya manusia dalam hidupnya menjadi obyek dunianya. Sebuah realita yang menentang fitrah manusia sebagai "master" yang telah diberikan amanah oleh Pencipta untuk memiliki dan mengatur dunia ini. Posisi manusia sebagai khalifah (inni jaa'ilun fil-Ardhi khalifah) sejatinya merefleksikan realita amanah kepemilikan dan manajemen dunia dari Allah kepadanya.

Realita kehidupan manusia seperti di atas kemudian melahirkan kehidupan yang terasa "disoriented" (kehilangan arah) dan "meaningless" (kurang bermakna). Hal inilah yang kemudian menjadikan hidup manusia melahirkan "uncertainty" (ketidak menentuan), "confusion" (kebingungan), bahkan ragam "chaos" (hidup yang kacau balau).

Pertanyaan yang kemudian Umat ini harus tanyakan adalah dengan modal agama yang Haq (diinul haqq) bagaimana menghadirkannya agar menjadi solusi bagi kompleksitas kehidupan modern manusia?

NYC Subway, 30 Desember 2022

*)Penulis adalah Putra Indonesia yang merupakan Imam yang dihormati di AS dan dinobatkan sebagai salah satu tokoh agama berpengaruh di New York.

Comment

Unsubscribe to no longer receive posts from KUPAS MERDEKA.
Change your email settings at manage subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
https://www.kupasmerdeka.com/2023/01/kupas-kolom-kompleksitas-dunia-modern-dan-solusi-islam-bagian-i/

Powered by Jetpack
Download on the App Store Get it on Google Play
at January 01, 2023
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

CG BOSS Posts from Gargoyles Reboot thanks to creator kept it alive | CG BOSS Games for 04/26/2026

CG BOSS Blog Post Updates ...

  • [New post] 5 Key Technologies Streamlining the Crypto User Experience
    ...
  • CG BOSS Posts from Gargoyles Reboot thanks to creator kept it alive | CG BOSS Games for 04/26/2026
    CG BOSS Blog Post Updates ...
  • Why is Ninoy Aquino Day important to you? Join Rappler’s chat on August 21!
    Hi daily! Who is Ninoy Aquino to you? What lessons from his life still spea...

Search This Blog

  • Home

About Me

Daily Newsletters PH
View my complete profile

Report Abuse

Labels

  • Last Minute Online News

Blog Archive

  • April 2026 (1)
  • February 2026 (1)
  • January 2026 (7)
  • December 2025 (8)
  • November 2025 (4)
  • October 2025 (2)
  • September 2025 (1)
  • August 2025 (2)
  • July 2025 (5)
  • June 2025 (3)
  • May 2025 (2)
  • April 2025 (2)
  • February 2025 (2)
  • December 2024 (1)
  • October 2024 (2)
  • September 2024 (1459)
  • August 2024 (1360)
  • July 2024 (1614)
  • June 2024 (1394)
  • May 2024 (1376)
  • April 2024 (1440)
  • March 2024 (1688)
  • February 2024 (2833)
  • January 2024 (3130)
  • December 2023 (3057)
  • November 2023 (2826)
  • October 2023 (2228)
  • September 2023 (2118)
  • August 2023 (2611)
  • July 2023 (2736)
  • June 2023 (2844)
  • May 2023 (2749)
  • April 2023 (2407)
  • March 2023 (2810)
  • February 2023 (2508)
  • January 2023 (3052)
  • December 2022 (2844)
  • November 2022 (2673)
  • October 2022 (2196)
  • September 2022 (1973)
  • August 2022 (2306)
  • July 2022 (2294)
  • June 2022 (2363)
  • May 2022 (2299)
  • April 2022 (2233)
  • March 2022 (1993)
  • February 2022 (1358)
  • January 2022 (1323)
  • December 2021 (2064)
  • November 2021 (3141)
  • October 2021 (3240)
  • September 2021 (3135)
  • August 2021 (1782)
  • May 2021 (136)
  • April 2021 (294)
Simple theme. Powered by Blogger.