Apakah Anda termasuk orang yang menjalani kehidupan ini seperti air yang mengalir?
Saya tidak termasuk.
Air yang mengalir tidak punya pilihan selain melewati jalan menuju ke tempat yang lebih rendah. Padahal, kita sendiri tidak ingin berada di titik yang lebih rendah dari waktu ke waktu. Kita ingin mendaki, meraih puncak kesuksesan, dan bermanfaat bagi sekitar.
Ada air yang bisa melakukannya. Dia tidak sendiri, melainkan mendapatkan bantuan dari sekitar. Air yang dipompa, air yang digerakkan menuju ke atas, air yang ditimba, air yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain sehingga bermanfaat.
Artinya, walau kita ingin mengalir seperti air, jadilah air yang bermanfaat dengan MAU berpindah dari satu tempat ke tempat lain sehingga memberi manfaat.
Air yang terus bergerak akan memberikan dampak pada kehidupan di sekitarnya. Sedangkan air yang tidak bergerak atau tergenang hanya kan menimbulkan masalah.
Blue Lagoon, Yogyakarta.
Jika kita tidak mampu berpindah secara fisik, kita masih bisa berpindah melalui pikiran kita. Membaca hal-hal baru membuka wawasan kita sehingga "air" di otak kita tidak diam tergenang. Bertukar pikiran dengan orang lain yang berilmu juga bisa membawa pemikiran kita jauh lebih baik dari waktu ke waktu.
Jangan beralasan kita tidak punya akses ke luar. Selama kita pegang gadget yang terkoneksi dengan internet, ditambah dengan usaha lebih untuk keluar dari ketergenangan pemikiran kita, maka kita bisa menjadi pribadi yang dinamis, tidak terpaku pada apa yang terjadi sekarang. Orang dengan pemikiran pendek, biasanya tidak punya banyak hal untuk dipikirkan dan dikerjakan. Sehingga tidak menghasilkan karya yang signifikan bagi peradaban.
Sudah jelang akhir tahun, saatnya refleksi kehidupan kita dari awal tahun hingga akhir tahun ini. Kalau kita masih sama seperti awal tahun, bahkan lebih buruk, bisa jadi kita memang mengalir ke tempat yang lebih rendah dan tergenang...
Indriani Taslim
Madiun, 24 November 2023
No comments:
Post a Comment