CIANJUR—Sejumlah pengendara roda dua dan empat kesulitan mencari bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Pasalnya, dibeberapa statsiun bahan bakar umum (SPBU)alias pom besin mengalami kekosongan diwilayah Kabupaten Cianjur. Sedangkan yang ada hanya bahan bakar jenis pertamak, solar dan bio solar.
Informasi yang berhasil dihimpun, dibeberapa SPBU yang mengalami kekososongan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tersebut, diantaranya masing-masing di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan alias Jebrod, Jalan KH Abdulah Bin Nuh dan jalan Raya Bandung. Diduga kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalit ini, sudah sejak dari tiga hari yang lalu. Kekosongan itu akibat penyesuaian selama PPKM Darurat-Level. Penyesuaian kebutuhan di lapangan itu karena terjadi penurunan permintaan BBM jenis gasoline dan gasoil. Terutama Pertalite karena produk mayoritas yang konsumsinya paling besar saat ini di SPBU. Penurunan yang terjadi rata-rata 17 persen dari sebelum PPKM.
"Memang sudah dari sejak tiga hari yang lalu, BBM jenis perlaite dibeberapa SPBU ini mengalami kekosongan bahan bakar minyak pertalit, sehingga mengalami antrian yang sangat panjang kendaraan. Tidak tahu ada apa yang jelas sudah hampir tiga hari ini, mengalami kekosongan bahan bakah minyak pertalit," kata Ujang Solihin (37) salah seorang petugas pengisi bahan bakar di SPBU Jalan Jebrod kepada Pakar Online, Minggu (22/8/2021).
Selama ini, lanjut Ujang, dibeberapa statiun bahan bakar umum (SPBU) hanya bisa melayani bahan bakar jenis pertamak, solar dan bio solar saja. Sedangkan bahan bakar minyak jenis pertalite, sudah tiga hari ini mengalami kekosongan. "Biasanya sih, jika bahan mengalami kekosongan seperti ini, suka ada kenaikan harga. Berdasarkan dari pengalaman dan kebiasaan yang sudah-sudah," ungkapnya.
Salah seorang pengendara H.Baden Jaelani (57) membenarkan jika dibeberapa statiun bahan bakar umum (SPBU) mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) ini, akan memicu terhadap kenaikan harga-harga sebilan bahan pokok (Sembako).
"Seharusnya, pemerintah tidak menaikan harga BBM jenis pertalite. Pasalnya, dalam situasi dan kondisinya tidak tepat, apabila memang kekosongan ini ujung-ujungnya menaikan harga. Dengan dipemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) warga masyarakat ini, sudah tidak berdaya, apalagi ada kenaikan harga BBM," pungkasnya. SYA
No comments:
Post a Comment