CIANJUR - Bencana melanda petani ikan kolam jaring apung Jangari Blok Jatinengang, Desa Mande, Kecamatan Mande Cianjur, Kabupaten Cianjur, Rabu (20/10/2021). Ratusan ton ikan mengambang menjadi bangkai dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hamparan Cirata di blok Jatinengang berubah menjadi hamparan bangkai ikan dengan bau amis bangkai menyengat.
Jimmi Samianto (29) seorang pemilik kolam jaring apung MLJ, mengatakan kejadian bencana akibat cuaca buruk kali ini merupakan paling parah selama terjadi bencana. "Di kolam MLJ saja kerugian ditaksir mencapai Rp 700 juta karena 24 kolam dari enam unit semua ikannya mati," ujar Jimmi ditemui dikolam Japung, Rabu (20/10/2021).
Jimmi menuturkan, hingga siang ini para petani belum menemukan ikan yang hidup di kolamnya. Kegiatan petani hingga siang ini disibukkan dengan membuang bangkai ikan. Di kolam Jimmi hingga siang ini ikan yang mati mencapai 50 ton. Belum di kolam milik petani ikan lainnya. "Ini yang terparah, hingga siang ini kami belum menemukan ikan yang masih hidup," kata Jimmi.
Sore harinya sebelumnya satu ton ikan juga mengalami kematian di kolam milik Saepul di kawasan Jangari. Pagi hari sebelumnya ribuan ikan kembali mengalami mabuk dan mati di kolam jaring apung Cirata blok Jatinengang, Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Seorang petani kolam jaring apung blok Jatinengan, Rizal (30) mengatakan di kolam miliknya sebanyak 100 kilogram ikan atau satu kuintal ikan mas dan bawal mati. "Kelihatan mabuknya mulai pukul 23.00 WIB, hujan yang mengguyur membuat upweling di dasar genangan sehingga ikan pada mabuk," kata Rizal.
Rizal mengatakan, menjelang subuh ikan sudah mengambang di permukaan. Ia pun lantas mengangkat dan menghitung sekitar 100 kilogram. Petani ikan jaring apung lainnya, Sudar (31), menyebut ikan yang mati akibat cuaca kali ini sebanyak dua kuintal atau 200 kilogram. Kolam miliknya juga sama berada di blok Jatinengang.
Menjelang siang, para petani masih mendata beberapa kerugian akibat cuaca yang mempengaruhi kondisi air di genangan Cirata. NDI
No comments:
Post a Comment