CIBINONG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya mengungkap sudah ratusan ruang kelas baru sekolah di Kabupaten Bogor seperti Paud dan Madrasah Ibtidaiyah dibangun.
Aspirasi pembangunan ruang kelas baru yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) tersebut diakuinya menjadi salah satu yang dia prioritaskan untuk kemudian diperjuangkan di tataran Pemprov Jawa Barat, tanpa mengesampingkan sektor pendidikan lain di luar Kemenag.
"Alhamdulillah, dan kebetulan saya terus merealisasikan aspirasi masyarakat terutama pengelola pendidikan di bawah kemenag, karena relatif sulit mengakses anggaran dari pemerintah. Ini hasil dari reses dan artinya amanah yang kami dapat sudah bisa direalisasikan,"kata AW, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Rabu (2/11).
Tujuh tahun menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Kabupaten Bogor, AW memperkirakan tak kurang dari 600 ruang kelas baru dari 300 lembaga pendidikan sudah dibangun.
"Kurang lebih ada sekitar 600 ruang kelas yang sudah direalisasikan, sudah terbangun dari 300 lembaga pendidikan. Dengan rata-rata per tahun ada 82 ruang kelas," ungkap AW.
Belum lama ini, AW pun telah meresmikan ruang kelas baru Paud dan Madrasah Ibtidaiyah milik Yayasan Nurul Khoiril Bariyah di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, dan juga di wilayah Kecamatan Parung, di Kabupaten Bogor,
Politisi Demokrat itu pun bersyukur atas apa yang telah tercapai di sektor pendidikan khususnya. Sebab dia menilai, pendidikan merupakan gerbang untuk mencerdaskan anak bangsa.
"Pendidikan adalah gerbang anak untuk masa depan yang akan dijalani nanti. Ini harus kita siapkan sejak saat ini. Salah satunya dengan membangun ruang kelas atau tempat belajar yang layak. Alhamdulillah pelan-pelan bisa direalisasikan," jelas AW.
Sementara itu, Kepala Yayasan Nurul Khoiril Bariyah, Endis Suherman mengucapkan terimakasihnga atas direalisasikannya pembangunan ruang kelas baru.
"Kebetulan saya masuk ikatan guru taman kanak-kanak, lalu dikenalkan ke anggota dewan provinsi. Kemudian saya mengajukan bantuan ini, dan alhamdulilah terealisasi," katanya.
Sebelum mendapatkan sentuhan pembangunan, Endis mengatakan jika sekolah di bawah yayasannya tersebut kumuh dan jelek. Sehingga minat masyarakat untuk menyekolahkan anak ke tempatnya pun minim.
"Tapi sekarang banyak yang daftar, alhamdulillah. Dan ini jadi motivasi kami juga ke depan sebagai peningkatan pendidikan di wilayah," tandas Endis. =MAM
No comments:
Post a Comment